Terapi cahaya , yang juga dikenal sebagai fototerapi, adalah metode yang populer dan efektif yang digunakan dalam dermatologi untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, mulai dari jerawat hingga tanda-tanda penuaan. Dengan menyinari kulit, terapi ini mengaktifkan proses seluler yang menghasilkan kulit yang lebih sehat dan lebih bersih. Namun, jika Anda menggunakan serum, krim, atau produk perawatan kulit lainnya sebelum terapi cahaya, produk-produk ini dapat bertindak sebagai penghalang, mencegah cahaya menembus cukup dalam untuk bekerja secara efektif.
Mengapa Anda Harus Melewatkan Serum dan Krim Sebelum Terapi Cahaya
Cara Kerja Terapi Cahaya pada Kulit
Panjang gelombang cahaya yang berbeda dapat menembus kulit hingga kedalaman yang berbeda-beda:
- Cahaya merah (630-700nm) mencapai lapisan yang lebih dalam dan membantu produksi kolagen, mengurangi garis-garis halus dan peradangan.
- Cahaya biru (400-470nm) menargetkan permukaan kulit dan sering digunakan untuk memerangi bakteri penyebab jerawat.
Agar terapi cahaya efektif, panjang gelombang ini harus menembus kulit sepenuhnya. Kulit yang bersih sangat ideal karena lapisan tipis produk pun dapat menyebarkan atau menghalangi cahaya, sehingga memengaruhi seberapa dalam cahaya tersebut mencapai kulit.
Mengapa Produk Perawatan Kulit Menghalangi Penetrasi Cahaya
Banyak produk perawatan kulit, termasuk serum, pelembap, dan krim, mengandung bahan-bahan yang dirancang untuk menempel pada permukaan kulit, mengunci kelembapan, atau memberikan perlindungan. Meskipun bermanfaat untuk penggunaan sehari-hari, bahan-bahan ini dapat mengganggu terapi cahaya:
-
Minyak dan Emolien : Bahan-bahan ini sering kali menciptakan lapisan tipis pada kulit yang memantulkan cahaya. Lapisan ini membatasi seberapa banyak cahaya dapat menembus, sehingga berpotensi membuat terapi cahaya Anda kurang efektif.
-
Produk SPF dan Berwarna : Tabir surya dan krim berwarna mengandung partikel yang dirancang untuk menghalangi atau menyebarkan cahaya. Ini sangat baik untuk perlindungan matahari tetapi menghalangi kemampuan terapi cahaya untuk mencapai area target di dalam kulit.
-
Bahan Pemblokir Cahaya : Beberapa produk mengandung zat seperti seng oksida atau titanium dioksida, yang diketahui memantulkan atau menyerap cahaya. Sebuah penelitian dalam Journal of Photochemistry and Photobiology menyoroti bahwa bahan-bahan ini mencegah panjang gelombang cahaya tertentu mencapai sel-sel kulit di bawah permukaan.
Singkatnya, pengaplikasian produk perawatan kulit sebelum terapi cahaya dapat menciptakan penghalang yang mengurangi efektivitas perawatan dengan memantulkan, menyerap, atau menyebarkan cahaya.
Bukti Ilmiah Mendukung Kulit Bersih untuk Terapi Cahaya
-
Penetrasi Cahaya yang Berkurang dengan Lapisan Oklusif : Peneliti menemukan bahwa ketebalan produk seperti krim dan losion dapat mengurangi penetrasi cahaya hingga 50%. Bahkan lapisan tipis dapat memengaruhi seberapa efektif cahaya mencapai lapisan kulit yang lebih dalam (Choi et al., 2020).
-
Analisis Mikroskopi Terapi Cahaya dengan dan Tanpa Penghalang : Sebuah penelitian menggunakan mikroskopi untuk mengukur seberapa baik cahaya LED merah dan biru menembus kulit dengan dan tanpa produk perawatan kulit. Ditemukan bahwa penetrasi cahaya jauh lebih baik saat kulit bersih, mendukung pentingnya menjaga kulit bebas dari produk sebelum perawatan ( Dermatologic Surgery , 2019).
Tips & Trik
-
Bersihkan Secara Menyeluruh : Gunakan pembersih yang lembut untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan riasan, memastikan kanvas bersih untuk terapi cahaya.
-
Hindari Produk yang Terlalu Keras : Hindari pelembab, serum, dan krim sebelum sesi perawatan. Hal ini memungkinkan cahaya menembus lebih dalam dan mencapai lapisan kulit yang paling terkena dampaknya.
-
Gunakan Semprotan Berbasis Air Jika Diperlukan : Jika kulit Anda terasa kering, cobalah semprotan ringan berbasis air. Ini dapat memberikan hidrasi tanpa meninggalkan residu yang menghalangi cahaya.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda memberikan kulit Anda kesempatan terbaik untuk menyerap manfaat terapeutik dari terapi cahaya.
Referensi
- Choi, SY, Hwang, S., Kim, J. (2020). Efek zat topikal oklusif pada kemanjuran fototerapi. Jurnal Ilmu Dermatologi , 97(3), 235–242.
- Yu, Z., Reddi, R., & Papageorgiou, P. (2020). Dampak aplikasi permukaan pada penetrasi cahaya: Studi dengan fototerapi LED. Jurnal Fotokimia dan Fotobiologi , 200, 200-208.
- Ellis, D., & Tan, J. (2019). Analisis mikroskopi penetrasi fototerapi dengan adanya produk topikal. Bedah Dermatologi , 45(4), 501-510.



Tinggalkan komentar
Situs ini dilindungi oleh hCaptcha dan berlaku Kebijakan Privasi serta Ketentuan Layanan hCaptcha.